Kunjungan Tim Kemenkop UKM bersama Rombongan ke KDMP Nagari Ampek Koto Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat


Selasa, 25 November 2025 bersama Pemerintah Nagari Ampek Koto mendampingi KDMP Nagari Ampek Koto dalam Rangka menyambut Kunjungan dari Tim Kementerian Koperasi UKM Republik Indonesia bersama rombongan untuk menghibahkan bantuan obat-obatan Kepada KDMP Nagari Ampek Koto Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat.

Bantuan obat-obatan ini diberikan oleh kementerian Koperasi UKM Republik Indonesia Kepada 3 KDMP se-Sumatera Barat diantaranya sebagai berikut:

  1. KDMP di Kota Padang,
  2. KDMP di Kota Pariaman dan
  3. KDMP Nagari Ampek Koto Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat.

Kedatangan dari Tim Rombongan Kemenkop UKM Republik Indonesia di KDMP Nagari Ampek Koto disambut dan dihadiri langsung oleh Dinas Koperasi UKM Kabupaten Pasaman Barat beserta rombongan, Bapak Camat Kecamatan Kinali yang diwakili oleh Bapak Sekretaris Camat, Ibu Pj Wali Nagari Ampek Koto yang diwakili oleh sekretaris Nagari beserta Perangkat, Ketua BAMUS yang diwakili oleh Wakil Anggotanya BAMUS Nagari Ampek Koto, Pendamping Lokal Desa, BA, PMO, Tokoh Masyarakat, Kepala Puskesmas Ampek Koto yang diwakili beserta rombongan dan tamu undangan lainnya.

Bantuan obat-obatan ini diberikan sebanyak 3 dus diantaranya adalah:

1. Asam Mefenamat (Asamefamat)

2. Parasetamol

3. Cefadroxil Monohydrate

Tujuan Kementerian Koperasi menyalurkan bantuan obat-obatan ke KDMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) adalah untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan kesehatan masyarakat di tingkat desa. 

Bantuan ini merupakan bagian dari program strategis nasional Koperasi Merah Putih, yang memiliki tujuan spesifik: 


  1. Meningkatkan kualitas layanan kesehatan di desa dengan mengintegrasikan klinik dan apotek desa ke dalam struktur koperasi.
  2. Memastikan ketersediaan obat esensial yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat desa, serta mengurangi ketergantungan pada impor obat-obatan.
  3. Memperkuat fungsi sosial dan ekonomi koperasi di tingkat lokal, menjadikannya pusat layanan yang mendistribusikan tidak hanya obat-obatan, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya.
  4. Mendukung kemandirian sektor farmasi nasional, di mana obat-obatan tersebut, dalam beberapa kasus, diproduksi oleh Lembaga Farmasi (Lafi) TNI yang telah mendapat izin edar BPOM. 

Secara keseluruhan, inisiatif ini bertujuan agar koperasi menjadi tulang punggung pembangunan desa, ketahanan pangan, dan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 











Penulis: Rahmat Sai'im PLD Kecamatan Kinali 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPM dan Kasi Kesra Siap Perangi Stunting Melalui Aplikasi e-HDW Tahun 2025